Prajurit Lanud Wiriadinata Berlatih SAR di Perairan Pangandaran

0
37

Pangandaran, SPC – Sebanyak 102 personil prajurit TNI Angkatan Udara Lanud Wiriadinata Tasikmalaya menggelar latihan Search And Rescue (SAR) di perairan pantai Bojongsalawe, Pangandaran, Jawa Barat. Latihan tersebut juga melibatkan anggota Basarnas Tasikmalaya.

Komandan Lanud Wiriadinata Tasikmalaya Letkol Nav Ali Sudirman Pasaribu, S.H mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program kerja dalam rangka latihan pertahanan pangkalan dan Search And Rescue (SAR).

“Latihan SAR ini merupakan program kerja kita yang kebetulan kita pusatkan di perairan laut Pangandaran,” tutur Ali kepada SPC

Ia berharap, kemampuan prajurit Lanud Wiriadinata tetap terpelihara dan siap menjawab tantangan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam bidang pencarian korban. “Anggota kita diharapkan sudah memiliki kemampuan dan keahlian di bidang SAR kapanpun ketika dibutuhkan,” ujarnya.

Saat terjadi bencana, anggota TNI Angkatan Udara kerap ikut terlibat di masyarakat, termasuk dalam kegiatan pencarian korban. “Ketika sewaktu-waktu terjadi bencana TNI Angkatan Udara harus sudah siap, dari penanganan hingga evakuasi korban,” kata Ali.

Selama ini, kata dia, anggotanya kerap dilibatkan dalam sejumlah kegiatan operasi pencarian korban.

Wilayah Priangan Timur yang memiliki garis pantai cukup panjang memiliki potensi bencana alam cukup tinggi seperti gempa bumi, longsor dan tsunami.

“Kita tidak pernah tahu kapan terjadinya bencana, tapi kita harus selalu siap terutama dalam upaya mitigasi untuk meminimalisir korban,” ujarnya.

Untuk pertama kalinya, Lanud Wiriadinata beberapa waktu lalu juga telah mengujicobakan pendaratan pesawat Hercules C-130.

Untuk memastikan keamanan pertahanan, TNI Angkatan Udara memiliki satuan-satuan radar di sejumlah wilayah untuk melakukan pemantauan. “Wilayah Priangan Timur ini secara umum cukup kondusif, mudah-mudahan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan, kita selalu memantau terus,” ujarnya.

Dikatakannya, sejauh ini tidak ada hal yang mengancam dari segi pertahanan, meskipun wilayah pesisir selatan merupakan lautan lepas yang berbatasan dengan negara lain. “Kita juga punya satuan-satuan tempur sergap sehingga jika ada pihak-pihak yang melanggar batas wilayah bisa terpantau,” ungkapnya.

“Kita o kita tetap siap, apapun kita sebagai TNI Angkatan Udara khususnya sudah siap. Memang itu tugas kita dalam melindungi dan menjaga negara,” pungkasnya.

Usai upacara penutupan latihan ketahanan dan SAR, ratusan anggota TNI Angkatan Udara serentak membopong komandannya, Danlanud Wiriadinata Tasikmalaya Letkol Nav Ali Sudirman Pasaribu SH dan menceburkannya ke laut menunjukan kegembiraannya setelah selesai melaksanakan latihan.

Sebelum latihan dimulai, ratusan prajurit diberikan pengarahan terlebih dahulu oleh Bintara Lambangja Peltu Marwan Setiawan dan Rescu Trampil Basarnas Tasikmalaya Riyan Faujian Rahman, tentang skenario latihan SAR dan penanganan evakuasi korban di Air

Latihan SAR Lanud Wiriadinata Tasikmalaya dipusatkan di perairan tepatnya di area samping pelabuhan Bojong Salawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi Kab. Pangandaran.

Latihan SAR ini melibatkan 102 orang, baik peserta latihan maupun pendukung baik dari Anggota Lanud maupun dari Basarnas Tasikmalaya