Ratusan Pelajar di Pangandaran Berlatih Penanganan Bencana Bersama Tagana

0
262
Beberapa Pelajar tingkat SLTA saat mengikuti kegiatan Jambore Tagana Masuk Sekolah dan Kampung Siaga Bencana di kawasan Bumi Perkemahan Lokabina, Pantai Barat, Pangandaran, Minggu (7/4). N.S/SPC

Pangandaran, SPC – Memperingati HUT Tagana ke 15, Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Pangandaran menggelar kegiatan Jambore Tagana Masuk Sekolah dan Kampung Siaga Bencana. Dilaksanakan di kawasan Bumi Perkemahan Lokabina, Pantai Barat, Pangandaran, 6-7 April 2019. Kegiatan Jambore TMS dan KSB tersebut diikuti 10 sekolah tingkat SLTA dan 3 Kampung Siaga Bencana dengan total peserta sebanyak 200 orang.

Kegiatan dibuka Penjabat Sekda Kabupaten Pangandaran Drs Suheryana didampingi Kepala Dinas Sosial PMD Kabupaten Pangandaran Dani Hamdani S.Sos, MM.

Dalam sambutannya, Penjabat Sekda Pangandaran Drs Suheryana mengapresiasi kegiatan Tagana dalam rangka sosialisasi mitigasi dan penanganan bencana kepada para pelajar dan elemen masyarakat. “Saya mengikuti perkembangan Tagana di Kabupaten Pangandaran, sangat luar biasa, selalu respon cepat dalam penanganan bencana, tentunya sangat membantu pemerintah daerah yang kemampuannya sangat terbatas,” ungkapnya.

Lanjut dia, Kabupaten Pangandaran merupakan wilayah rawan bencana sehingga dibutuhkan upaya mitigasi dan penanganan bencana yang mumpuni. “Tentunya kegiatan-kegiatan sosialisasi dan pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meminimalisir dampak dari kejadian bencana. Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada teman-teman Tagana,” ujarnya.

Koordinasi melalui jaringan media sosial yang dilakukan Tagana Pangandaran juga sangat membantu dalam hal koordinasi dan tindakan cepat penanganan bencana. “Saya kebetulan ada di grup WA Sahabat Tagana Pangandaran, setiap kejadian yang dilaporkan langsung direspon cepat, termasuk laporan situasi di berbagai wilayah yang terus dipantau dan dilaporkan secara realtime, tentu hal ini sangat membantu koordinasi dan pengambilan keputusan yang cepat, patut dicontoh,” ungkapnya.

Suheryana berharap Tagana terus meningkatkan kemampuannya dalam hal penanganan bencana, serta gencar melakukan upaya mitigasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat.

Ketua FK Tagana Pangandaran Nana Suryana mengatakan, kegiatam Jambore TMS dan KSB merupakan salah satu program FK Tagana Pangandaran dalam upaya mitigasi bencana sesuai arahan Presiden melalui Kementerian Sosial. “Potensi bencana di wilayah Kabupaten Pangandaran ini cukup tinggi, selain wilayah pantai yang rawan tsunami, banjir dan angin kencang, juga banyak areal perbukitan yang rawan longsor, tentunya harus ada upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat,” ujarnya.

Beberapa Pelajar tingkat SLTA saat mengikuti kegiatan Jambore Tagana Masuk Sekolah dan Kampung Siaga Bencana di kawasan Bumi Perkemahan Lokabina, Pantai Barat, Pangandaran, Minggu (7/4). N.S/SPC

Dikatakannya, kegiatan sosialisasi dan pelatihan kebencanaan merupakan upaya yang harus dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana. “Sesuai arahan presiden tentang pentingnya edukasi kebencanaan, maka salah satu upaya nyata kita yaitu sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, kegiatan Tagana Masuk Sekolah dan Kampung Siaga Bencana merupakan program Kementerian Sosial dalam rangka percepatan peningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana berbasis masyarakat. “Seluruh Tagana di Indonesia menjalankan progam TMS dan KSB, dalam rangka meningkatkan pemahaman dan budaya siaga bencana di masyarakat, termasuk peningkatan kemampuan petugas penanggulangan bencana,” ujarnya.

Dikatakannya, peserta Jambore TMS dan KSB diberikan pemahaman terkait jenis bencana dan pengurangan resiko bencana, strategi mitigasi dan penanganan bencana serta pertolongan pertama terhadap korban bencana. “Kita juga mengenalkan kegiatan kita terkait pelayanan kebutuhan dasar penyintas seperti pengadaan dapur umum lapangan, manajemen posko, pendirian hunian sementara, tim reaksi cepat, rescue dan layanan dukungan psikososial,” ungkapnya.

Nana berharap para peserta menjadi kader-kader relawan yang turut membantu penanganan bencana. “Dalam kondisi tanggap darurat kita sering kewalahan karena harus menyiapkan ribuan nasi bungkus setiap hari, kami sering meminta bantuan kepada sekolah untuk membantu membungkus nasi agar lebih cepat, saya berharap dengan kegiatan ini jiwa-jiwa sosial mereka juga tumbuh,” ungkapnya.

Selain membutuhkan dukungan pemerintah daerah, ia juga berharap peran aktif dunia usaha, mengingat masih banyak sekolah dan lembaga masyarakat yang harus mendapatkan pemahaman kebencanaan secara berkelanjutan. “Di Kabupaten Pangandaran ada lebih dari 300 sekolah dari tingkat dasar hingga SLTA, sementara kemampuan Tagana sangat terbatas, terutama dalam hal operasional, kegiatan kami hari ini juga berkat donasi dari rekan-rekan anggota Tagana,” ungkapnya.

Nana menambahkan, dalam upaya penanganan bencana di Kabupaten Pangandaran, pihaknya mengoptimalkan anggota Tagana yang tersebar di seluruh kecamatan. “Anggota kita ada 61 orang, walaupun belum setiap desa kita memiliki Tagana, namun sudah ada di 10 kecamatan. Setiap hari selalu ada petugas piket sehingga ketika ada bencana bisa cepat bergerak, petugas piket ke lapangan dibantu anggota yang terdekat ke lokasi bencana, Mako Tagana tidak boleh kosong,” pungkasnya.(*)