Seorang Bule Surati Bupati Pangandaran, Ini Gara-Garanya

0
2459
Sabine Müller (54) dan suami. NS/SPC
Sabine Müller (54) dan suami. NS/SPC

Pangandaran, SPC – Seorang turis asal Jerman bernama Sabine Müller (54) menuliskan curahan hatinya melalui selembar surat untuk Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. Sabine mengaku geregetan melihat sejumlah masalah di kawasan wisata Pantai Pangandaran.

Dalam suratnya yang dititipkan kepada wartawan SPC, Sabine menyebut resah melihat sampah berserakan di mana-mana dan orang-orang membuang sampah seenaknya. Belum lagi, ia juga mempertanyakan langkanya tempat sampah di kawasan wisata.



Sabine mengaku pernah datang ke Pangandaran pada 1990-an dan begitu terkesan dengan keindahan alam pesisir selatan Jawa Barat ini. Saat itu, ia mengenang, belum banyak wisatawan dan kondisi lingkungan masih bersih.

“Tapi sekarang, plastik di mana-mana. Ini masalah besar. Saya ingin Pangandaran bersih dan indah seperti dulu,” kata dia beberapa waktu lalu.

Selain sampah, dalam suratnya, Sabine juga merasa tidak aman dan tidak nyaman jalan-jalan di kawasan wisata karena orang-orang bekendara seenaknya, terutama pengendara sepeda motor. Ia berharap pihak berwenang bertindak untuk menciptakan ketertiban lalu lintas.

Terakhir, perempuan yang bekerja di bidang pendidikan anak ini, dalam suratnya menyayangkan kebijakan Pemkab Pangandaran merelokasi kafe-kafe di tepi pantai yang biasa menjadi tempat bersantai turis-turis asing.

“Kami suka tempat itu karena dekat dengan penginapan (turis asing). Kalau dipindah, tidak ada tempat kami bisa santai dan makan sambil lihat laut. Kalau dipindah jauh saya dan turis-turis lainnya malas,” ujar perempuan yang menikahi pria Indonesia ini.

Sabine mengaku mencintai Pangandaran sehingga dia terpanggil untuk peduli. Menurut dia, kritik yang ia sampaikan tidak berarti di negeranya, Jerman, semua hal lebih baik.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menerima surat Sabine. Andi Nurroni/SPC

“Saya suka di sini, orang-orang semua ramah, alamnya indah. Tapi ada beberapa hal yang harus diubah agar lebih baik,” kata dia.

Kecintaannya terhadap Pangandaran mendorong Sabine dan suaminya, Rahmat Jemi Fermadi (57) untuk membangun rumah di daerah Bojongjati, Desa Pananjung, Kec. Pangandaran. Sudah empat tahun terkahir, keluarga dengan satu anak ini selalu berkunjung ke Pangandaran untuk menengok rumah mereka yang dibangun di tepi sawah itu.

Selepas pensiun nanti, keluarga ini berencana tinggal di Pangandaran. Mereka berharap bisa berbuat lebih banyak untuk Pangandaran, terutama mencari solusi terkait masalah sampah.

Surat dari Sabine diterima Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Kamis (31/8). Bupati Jeje menyampaikan terimakasih atas kepedulian Sabine terhadap Pangandaran.

Soal sampah, Jeje sepakat hal tersebut merupakan pekerjaan besar Pemkab Pangandaran. Beberapa upaya, kata Jeje, tengah direncanakan, seperti pembuatan unit pengelola sampah terintegrasi di sekitar kawasan wisata, sebelum dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Soal TPA, kita juga sedang mencari teknologi yang paling cocok,” kata Jeje kepada SPC.

Terkait pemindahan kompleks kafe turis, Jeje mengerti kehendak para wisatawan asing. Namun begitu, ia mengaku tidak punya pilihan lain. Jika tidak dipindahkan, kata Jeje, akan memicu kecemburuan dari pedagang lain yang direlokasi.