Serapan APBD Pangandaran Baru 63 Persen

0
762
Rapat memebahas penyerapan anggaran antara Bupati dan DPRD, Jumat (111/11). Foto: AK
Rapat memebahas penyerapan anggaran antara Bupati dan DPRD, Jumat (111/11). Foto: AK
Rapat memebahas penyerapan anggaran antara Bupati dan DPRD, Jumat (111/11). Foto: AK

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pangandaran hingga November 2016 baru mencapai 63 persen. Anggaran yang belum terserap paling banyak di sektor fisik atau infrastrutur.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menggambarkan, anggaran fisik yang belum terserap sebesar Rp 200 miliar dari total Rp 500 miliar. Banyaknya anggaran yang belum terserap, kata dia, disebabkan sejumlah proyek yang belum selesai.

“Beberap (proyek) belum selesai, jadi pembayaran belum dilakulan” ujar Jeje di sela-sela rapat pembahasan anggaran di sebuah hotel di PangandaranJumat (11/11).

Meskipun lambat, Jeje optimistis serapan anggaran akan mencapai 90 persen pada akhir tahun. Pasalnya, kata dia, sejumlah pekerjaan di bidang infrastruktur akan selesai memasuki akhir tahun imi.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran Iwan M Ridwan mengatakan, permasalahan kebanyakan ada di dana alokasi khusus. Pasalnya kata Iwan, sebelum petunjuk pelaksanaan dan teknis turun dari kementerian, proses pengerjaan tidak dapat dilaksanakan.

“Terus yang kedua kelemahan kita kemarin itu perencanaan dilaksanakan di tahun berjalan,” ujar Iwan.

Oleh sebab itu kata Iwan, untuk tahun depan, tahap perencanaan akan dilakukan pada H-1. Iwan mencontohkan, jika proses lelang dilakukan pada 2017, tahap perencanaan harus dilakukan pada tahun 2016.

“Insya Allah nanti tidak ada lagi kas yang mengendap,” kata dia.

Iwan menekankan, penyerpan anggaram akan sangat berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Karena kalau APBD sudah penyerapan tinggi berdampak pada perekonomian. Kalau di awal tahun berarti penyerapan anggaran bagus, roda perekonomian juga akan bagus,” ungkap dia.

Dengan skema baru tersebut kata Iwan, proses pekerjaan dapat dilakukan pada bulan Maret.

Kendati serapan anggaran masih 63 persen, Iwan menilai, angka tersebut sudah lebih baik jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain. Iwan menggambarkan, kendala yang dihadapi Kabupaten Pangandaran hanya penyerapan dana alokasi khusus (DAK) saja, bukan anggaran murni APBD.

Iwan menggambarkan, DAK tersebut difokuskan pada perbaikan sejumlah jalan di Kabupaten Pangandaran. Jalan yang nantinya diperbaiki, kata dia, adalah jalan utama yang berdampak pada perekonomian warga.

“Jalan yang bisa menghidupkan perekonomian masyarakat. Jalan kabupaten mana yang belum selesai. Itu yang prioritas,” kata dia.

Selain itu, menurut Iwan, sebagian jalan desa pun nantinya akan naik tingkat menjadi jalan kabupaten.