Suara Warga: Menanti Perubahan Pangandaran

0
1419
Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata-Adang Hadari disambut warga Pangandaran di Ujung Tol, Kecamatan Pangandaran, Kamis (18/2). Jeje dan Adang resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran periode 2016-2021.
Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata-Adang Hadari disambut warga Pangandaran di Ujung Tol, Kecamatan Pangandaran, Kamis (18/2). Jeje dan Adang resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran periode 2016-2021.
Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata-Adang Hadari disambut warga Pangandaran di Ujung Tol, Kecamatan Pangandaran, Kamis (18/2). Jeje dan Adang resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran periode 2016-2021.

Oleh Gelar Gandarasa

Warga Bandung, tinggal di Pangandaran

Kabupaten Pangandaran baru saja memiliki bupati definitif pertama.  Kabupaten yang baru berusia tiga tahun itu kini menanti tangan sang pemimpin untuk dibenahi.

Adalah pasangan Jeje Wiradinata dan Adang Hadari yang akan memimpin Pangandaran lima tahun ke depan. Pasangan tersebut resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Rabu (17/2/2016).

Euforia masyarakat Kabupaten Pangandaran, terlihat saat pasangan tersebut pulang ke Pangandaran. Sejenak, Jeje dan Adang menyempatkan diri untuk melakukan sujud syukur di Kecamatan Padaherang.

Lantas, rombongan bergegas melanjutkan perjalanan ke Pangandaran untuk menghadiri pesta rakyat. Pesta rakyat diselenggarakan khusus untuk menyambut bupati dan wakil bupati definitf pertama Pangandaran.

Di sepanjang perjalanan dari Padaherang menuju Pangandaran, siswa sekolah maupin masyarakat turun menyambut kedatangan rombongan. Ada yang mengerahkan drum band, dan ada pula yang hanya melambaikan bendera merah putih.

Suguhan tari tradisional, langsung disajikan begitu rombongan tiba di pintul tol Pangandaran.  Di tengah terik matahari kala itu, warga seakan tak kenal lelah berebut ingin melihat pemimpin mereka yang baru dilantik tersebut.

Itulah sedikit gambaran mengenai hari bersejarah Kabupaten Pangandaran. Sekarang, masyarakat kembali berkutat dengan kehidupannya masing-masing.

Tentu, beban berat kini dipikul oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Wakilnya Adang Hadari. Masyarakat Kabupaten Pangandaran kini menanti janji-janji pasangan itu semasa kampanye.

Ada banyak persoalan yang harus dituntaskan mulai dari persoalan lingkungan, sosial, pendidikan, kesehatan dan masih banyak lagi.

Saya ambil contoh di bidang lingkungan. Sebagai tempat wisata, Pangandaran terus dihantui oleh masalah sampah. Setiap musim libur panjang tiba, persoalan sampah seakan tidak pernah berhenti.

Sampah-sampah bekas makanan maupun minuman banyak berserakkan di sekitar pantai. Akibatnya, selain rawan menimbulkan penyakit, sampah-sampah tersebut juga mengganggu keindahan pantai. Terlebih, sampah anorganik butuh waktu lama untuk diurai secara alami.

Selain masalah sampah, masalah limbah juga menjadi fokus perhatian. Mayoritas hotel di Kawasan Pantai Pangandaran, membuang limbah langsung ke laut via selokan. Tentu, air akan tercemar. Ironisnya, hal tersebut sudah berjalan selama bertahun-tahun.

Belum lagi soal infrastruktur jalan. Banyak jalan di Kabupaten Pangandaram yamg harus diperbaiki. Persoalan-persoalan tersebut, tentunya bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga harus ambil bagian dalam menuntaskan persolan tersebut.

Jika tidak timbul kesadaran dalam diri, niscaya cita-cita Pangandaran menjadi kawasan wisata dunia akan sulit terwujud.

Oleh karena itu, mari kita bangun Pangandaran bersama-sama demi terwujudnya tujuan mulia Kabupaten Pangandaran. Dengan begitu, Pangandaran perlahan akan menapaki tingkat yang lebih tinggi untuk menjangkau tujuan utama.