Tak Ada Hujan-Angin, SDN 1 Parigi Ambruk

0
1121
Petugas memeriksa banguan SDN 1 Parigi yang ambruk, Jumat (7/1). (SM)
Petugas memeriksa banguan SDN 1 Parigi yang ambruk, Jumat (7/1). (SM)
Petugas memeriksa banguan SDN 1 Parigi yang ambruk, Jumat (7/1). (SM)

Parigi, SwaraPangandaran.Com – Bangunan SDN 1 Parigi di Desa Parigi, Kecamatan Parigi, ambruk tiba-tiba pada Jumat (1/7) sore. Beruntung, tidak ada kegitan di gedung yang runtuh, sehingga korban jiwa terhindarkan.

Runtuhnya dua ruangan sekolah tersebut diduga karena rapuhnya struktur bangunan. Sekolah tersebut diketahui merupakan sekolah tua yang dibangun sejak jaman Pemerintahan Hindia Belanda.

“Ini bangunannya bangunan lama. Dibangunnyaa 1885. Ini sekolah SR (sekolah rakyat) pertama,” kata Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Parigi Dedi Kuswandi di lokasi kejadian, Jumat (7/1).

Dedi menerangkan, bangunan tiba-tiba saja ambruk pada pukul 16.40. Padahal, menurut Dedi, cuaca saat itu sedang cerah, tidak ada hujan maupun angin.

Menurut Dedi, dua ruanganyang runtuh merupakan ruang guru. Dedi mengkhawatirkan, sejumlah dokumen, termasuk komputer berisi data, yang berada di ruang tersebut menjadi rusak.

Dedi mengaku belum punya rencana kemana akan merelokasi para guru. Hal pasti, menurut dia, pihak sekolah untuk sementara akan menutup bangunan yang runtuh menggunakan terpal.

Dedi menjelaskan, dua bangunan yang ambruk pernah beberapa kali direnovasi. Terakhir diperbaiki, menurut dia, tahun 2007 silam. Namun begitu, menurut Dedi, renovasi yang dilakukan tidak pernah menyeluruh dan hanya bagian-bagian kecil saja, seperti pengecatan atau perbaikan atap yang bolong.

Meninjau lokasi, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Pangandaran Sobar Sugema berjanji, bangunan yang ambruk akan mendapat perbaikan secepatnya.

“Secepatnya ini kan emergency. Ini diratain nanti dibangun,” kata dia.

Dana perbaikan, menurut Sobar, kemungkinan didapat dari anggaran perubahan, dana alokasi khusus, atau dari bantuan provinsi.

Pantauan SwaraPangandaran.Com, hingga menjelang Magrib, sejumlah warga berdatangan melihat lokasi gedung yang ambruk. Berada persis di kompleks Lapangan Alun-Alun Parigi, sekolah tersebut berjarak tak lebih dari 200 meter dari Kantor Bupati Pangandaran.

Tak lama berselang sejak kejadian, Bupati pun menyempatkan meninjau langsung lokasi. Dijumpai ditempat terpisah, Bupati mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan berjanji akan segera memperbaiki sekolah tersebut.

“Saya tadi sudah minta kepada kepala sekolah untuk menghubungi Dinas PU. Lihat seluruhnya, kalau itu semua sama, mendingan diratain, dibangun ulang. Saya degdegan juga, coba tadi ada anaknya, aduh,” ujar Bupati.