Tampil di Belanda, Andhini Bawa Segudang Cerita

0
2497
Mojang Kabupaten Pangandaran Andhini Nurwahyuni. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)
Mojang Kabupaten Pangandaran Andhini Nurwahyuni. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)
Mojang Kabupaten Pangandaran Andhini Nurwahyuni. (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Meski berstatus daerah otonom paling bungsu di Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran kini semakin dikenal dalam pergaulan nasional, bahkan dunia, berkat talenta-talenta warganya.

Selain jajaran nama besar, seperti Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti atau penyanyi Cakra Khan, bintang-bintang muda asal Pangandaran lainnya semakin banyak bermunculan. Salah satunya adalah Mojang Pangandaran Andhini Nurwahyuni (21).

Pada akhir Juni lalu, Andhini yang merupakan Mahasiswi Jurusan Pendidikan Seni Tari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini mendapat kesempatan bergabung dengan delegasi budya Indonesia dalam ajang “International Dance and Music Festival Op Roakeldais” di Kota Eemsmond, Belanda.

Sepulang dari Negeri Kincir, Andhini mengaku terinspirasi banyak hal dan berharap hal-hal baik yang ia jumpai di sana bisa dilakukan di Pangandaran.

“Banyak sekali yang berkesaan, dari segi budaya, lingkungan. Di sana sangat bersih, enggak ada sampah berserakan. Warga di sana juga sangat menghargai seni-budaya. Mudah-mudahan ke depan Pangandaran juga bisa seperti itu,” ujar gadis asal Parigi ini.

Tak sampai di situ, Andhini yang berpredikat sebagai Mojang Kamemeut Kabupaten Pangandaran 2014 ini pun memiliki gagasan agar sektor pariwisata Pangandaran semakin dikenal di dunia, sebagaimana dicita-citakan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Menurut dia, Kabupaten Pangandaran harus terlibat dalam pertukaran delegasi kebudayaan dengan negara-negara lain. Dengan begitu, menurut dia, semakin banyak warga dunia mengenal Pangandaran lebih dalam dan secara otomatis akan turut memperkenalkan Pangandaran di dunia.

Anak bungsu dari dua bersaudara ini menceritakan, di Belanda, ia dan tim yang berjumlah 23 orang membawa misi memperkenalkan kesenian Indonesia dalam festival dunia yang digelar di desa budaya Warffum di Kota Eemsmond, Provinsi Groningen, Belanda.

Andhini bercerita, beberapa bagian dari festival tersebut adalah parade seni-budaya, pertunjukan seni-budaya, serta pelayanan sosial. Kegiatan tersebut, menurut Andhini, diikuti delegasi 16 negara dari berbagai benua.

“Kami menampilkan tari saman, orkestra angklung dan tarian melayu. Kita juga diberi kesempatan mempromosikan pariwisata kita,” ujar penyuka tarian tradisional Sunda ini.

Menurut Andhini, delegasi dari Indonesia mendapat apresiasi yang postif, bahkan pujian dari panitia dan juri. Delegasi dari Indonesia, menurut Andhini, disebut yang paling ramah dan paling baik dalam mempresentasikan budayanya.