Tradisi ‘Pengembaraan’, Siswa SMAN 1 Pangandaran Keluar-Masuk Hutan

0
2232
Siswa kelas X SMAN I Pangandaran menjalani kegiatan Pengembaraan Pramuka, Selasa (1/3). (Ahmad Toni Harlindo)
Siswa kelas X SMAN I Pangandaran menjalani kegiatan Pengembaraan Pramuka, Selasa (1/3). (Ahmad Toni Harlindo)
Siswa kelas X SMAN I Pangandaran menjalani kegiatan Pengembaraan Pramuka, Selasa (1/3). (Ahmad Toni Harlindo)

Pangandaran, SwaraPangandaran.Com – Sebanyak 256 siswa SMA Negeri ! Pangandaran menajalni kegiatan “Pengembaraan” sejauh 25 Kilometer. Kegiatan yang menjadi bagian program Pramuka tersebut ditujukan untuk melatih fisik dan mental siswa.

Kegiatan Pengembaraan merupakan agenda tahunan wajib bagi siswa kelas X di SMAN 1 Pangandaran. Dalam kegiatan yang dilangsungkan pada 1-2 Maret ini, para siswa diajak menjelajahi wilayah perdesaan, pegunungan, sungai, hingga kawasan hutan di Kecamatan Pangandaran.

Pembina Kepramukaan SMAN 1 Pangandaran Waris Hayat menyampaikan, kegiatan dimulai dari kampus SMAN 1 Pangandaran pada Selasa (1/3) pagi. Dari SMAN 1 Pangandaran, menurut Waris, siswa siswa diajak menuju Desa Cikulu, Pegunungan Tayem, Desa Pager Gunung, Desa Purbahayu dan berakhir di Lapangan Desa Wonoharjo.

“Ini kegiatan rutin setiap satu tahun sekali untuk peserta didik baru. Selain itu, kegiatan pengembaraan pramuka ini dilakukan untuk melantik calon Penegak Bantara,” ujar Waris, ditemui di Lapangan Desa Wonoharjo, Selasa (1/3).

Waris menerangkan, lebih dari pelatihan fisik dan mental, Pengembaraan Pramuka ini menguatkan wawasan peserta. Di setiap pos yang dialui, menurut Waris, ada materi yang disampaikan. “Ada materi pendidikan umum, keagamaan, Kepramukaan, serta Palang Merah Remaja,” ujar Waris yang jugaguru Bimbingan dan Konseling (BK) .

Dalam kegiatan Pengembaraan ini, para peserta dilatih disiplin dan kemandirian. Sebelum mengikuti Pengembaraan, para peserta wajib melakukan persiapan dengan membawa perbekalan, seperti alat sholat, alat mandi, alat tidur, obat-obatan pribadi, serta wajib berpakaian Pramuka lengkap.

Demi menjaga keselamatan peserta, panitia menyiapkan fasilitas pendukung, seperti mobil dan sepeda motor yang siap mengevakuasi bila ada peserta yang sakit.

“Pengembaraan kali ini, peserta yang sakit, seperti kaki terkilir ada 16 orang. Namun Alhamdulilah, sudah berhasil dijemput dan sudah pada sembuh. Semua peserta sampai finish,” kata Waris.

Setelah siang hari para siswa diajak menjelajah, pada malam hari, kegiatan diisi dengan api unggun, pertunjukan seni, serta Diskusis Kwarcab Pramuka. Pada kegaiatan pentas seni, 45 kelompok atau sangga yang masing-masing beranggotakan 10 orang, wajib mementaskan pertunjukan seni.

Sapri, Guru Pendamping lainnya menyampaikan, pelaksanaan pengembaraan ini gratis atau tidak memungut biaya dari siswa. Sumber pendanaan, kata Sapri, berasal dari dana Bantuan Oprasional Sekolah atau BOS.