Wisata ke Pangandaran, di Sini Tempat Berburu Barang Antik

0
80
Sarijo salah satu pemilik toko barang antik di Kabupaten Pangandaran saat menunjukan koleksi uang kuno kepada wartawan, beberapa waktu lalu. Andi Nurroni/SPC

Pangandaran – Jika Anda seorang kolektor atau peminat barang antik, jangan lawatkan tempat yang satu ini ketika berlibur ke Pangandaran, Jawa Barat. Berada di Pasar Sawoan, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, toko bernama “Sumber Aji” ini menjajakan berbagai barang koleksi.

Aneka barang koleksi yang ditawarkan mulai dari uang kuno, pusaka, patung, lukisan, batu akik, hingga aneka peralatan meditasi. Tak hanya tempat jual beli, toko yang diritis sejak 20 tahun lalu ini juga menjadi titik pertemuan komunitas dan peminat benda-benda antik.

Sarijo (45) sang pemilik menceritakan, koleksi terbesarnya saat ini adalah uang kuno. Sarijo mengaku fokus mengumpulkan uang-uang terbitan Nusantara, mulai dari jaman kerajaan, VOC dan Hindia Belanda, Jepang hingga era setelah kemerdekaan.

Meskipun penghobi numismatik atau pengoleksi uang kuno, sebagai pedagang, Sarijo mengaku tidak pernah lama menyimpan barang koleksi. Jika harganya cocok, ia akan merelakan barang tersebut, termasuk koin-koin Concordia dari era VOC yang ia banderol hingga Rp 1,5 juta.

Saat ini, kata Sarijo, tren berburu uang kuno sedang meningkat, utamanya untuk keperluan pembuatan aksesori mahar. Tak hanya dari Pangandaran, kata dia, pelanggannya pun datang dari luar kota, seperti Ciamis, Tasikmalaya, Bandung hingga Cilacap, Jawa Tengah.

Selain berburu uang kuno, sebagian tamunya dari luar kota juga mencari koleksi gelang bahar, batu akik juga peralatan meditasi. Khusus peralatan meditasi, menurut Sarijo, tokonya menjadi salah satu yang terlengkap di Pangandaran dan sekitarnya.

“Kalau untuk alat meditasi, misalnya minyak wangi, dupa, aksesoris-aksesoris, seperti semar mesem, keris kecil, kujang kecil dan lain-lain,” kata Sarijo.

Berkaitan dengan peralatan meditasi ini, Sarijo menyebut, konsumennya rata-rata adalah paranormal dan mereka yang mengamalkan hal-hal yang bersifat supranatural.

Sarijo mengaku mengumpulkan koleksinya dari berbagai sumber, mulai dari warga lokal hingga berburu ke luar kota, seperti Jakarta, Jogja dan Solo. Selain di Pasar Sawoan Pangandaran, Sarijo juga membuka cabang toko di Pasar Parigi.