Wisatawan ke Pangandaran Diprediksi Menurun Lebaran Ini

0
1434
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata berdialog dengan wisatawan di Pantai Pangandaran, Kamis (7/7). (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata berdialog dengan wisatawan di Pantai Pangandaran, Kamis (7/7). (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata berdialog dengan wisatawan di Pantai Pangandaran, Kamis (7/7). (Andi Nurroni/SwaraPangandaran.Com)

Pangandaran, SwaraPangandaran – Menginjak H+1 libur Lebaran, Kamis (7/7), obyek-obyek wisata di Kabupaten Pangandaran masih sepi kunjungan dibandingkan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengkhawatirkan, kunjungan yang cenderung menurun hingg H+1 disebebkan oleh isu gelombang tinggi dan pencemaran kapal Viking yang sempat ramai menjadi pemeberitaan beberapa waktu lalu.

“Kunjungan masih kecil (hingga H+1). Saya sedang mencari penyebabnya seperti apa. Tapi dua isu itu (gelombang dan limbah) tidak benar. Saya perlu sampai dengan Minggu untuk memastikan, saya nanti cari tahu kenapa,” ujar Jeje ketika mengunjungi kawasan wisata Pantai Pangandaran, Kamis (7/7).

Jika benar gejala penurunan kunjungan disebabkan isu gelombang tinggi dan limbah Viking, menurut Jeje, dua hal itu seharusnya tidak lagi menjadi kekhawatiran para wisatawan.

“Gelombang saat ini sangat rendah, saya cek hanya 2-3 feet. Pencemaran pun sudah tertangani. Itu memang dulu terlalu bombastis dan dibesar-besarkan di media sosial, itu sudah tidak benar,” kata Jeje.

Jeje meyakinkan, saat ini Pangandaran sangat aman untuk wisatawan. Jeje menyebut, seluruh aspek penunjang wisata telah siap, mulai dari kesiapan petugas Balwista, petugas keamanan atau petugas kesehatan.

Gelaja penurunan wisatawan juga dibenarkan Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Kabupaten Pangandaran Edi Rusmiadi. Menurut Edi, biasanya pada H-2 dan H-1, wisatawan kelas menengah-atas, terutama etnis Tionghoa, ramai berdatangan.

“Kelas menengah-atasnya belum banyak datang. Hunian H-1 dan H-2 mungkin cuma 10 persen (terisi). Tahun ini kunjungan kelas menengah kelihatannya turun,” ujar Edi dijumpai di gedung Tourism Information Center.

Edi menuturkan, sekilas laporan yang ia terima, obyek-obyek wisata lain juga belum mengalami kunjungan wisatawan yang berarti.

Jika benar terjadi penurunan kunjungan kelas menengah-atas, menurut Edi, pihak yang juga paling merasakan dampaknya adalah pengelola jasa wisata di obyek-obyek wisata petualangan, seperti Santirah atau Citumang.

Sementara itu, Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Pangandaran Dodo Taryana melaporkan, hingga H+1, situasi Pantai Pangandaran sangat kondusif untuk berwista.

“Ada satu kasus kecelakaan, wisatawan terserseret arus, tapi berhasil diselamatkan,” ujar Dodo.